Aku sedang duduk termenung di persimpangan jalan. Hujan dan
dingin menusuk tulangku. Ada anak kecil di sebelahku. Tampaknya ia baru saja
pulang dari sekolahnya. Aku menatapnya dan dia membalas menatapku. Dia tersenyum
dan bertanya hal basi yang biasa ditanyakan hanya untuk mengisi kekosongan kita
berdua saat itu. Lalu tiba-tiba ia menanyakan hal yang membuatku tak berkutik, “Seperti
apa menjadi dewasa itu?" tanyanya. "Aku sudah menanyakan ini pada ibuku tapi ibuku
tampaknya tak mau menjawab,”. Aku terdiam dan mencoba menjawab
pertanyaannya tapi aku tak bisa. Bahkan satu kata pun tak terpikirkan olehku. Dia
tampak kecewa dan masih penasaran. “Apakah pertanyaanku memang sulit untuk
dijawab, ya?” katanya. Aku menjawab sambil tersenyum, “Tidak,” lalu aku
memandang ke arah jalan raya yang sepi. Aku memandang ke arah selatan, disana
terdapat seorang laki-laki yang sedang merokok dan meminum kopi. Lalu aku
memandang ke arah utara, aku melihat seorang wanita tua sedang menatap kearah
jalan dengan tatapan kosong. Apakah semua orang menjadi sentimental disaat
hujan seperti ini? Apakah semua orang menjadi kesepian disaat dingin seperti
ini? Dan pikiran-pikiran ini membuatku berhenti sejenak dan melihat ke dalam
diriku sendiri. Apakah aku bahagia dengan segala yang aku punya? Apakah aku tak
kesepian karna melakukan semuanya sendirian?
Aku kembali tersadar bahwa disini aku bersama anak kecil
yang penasaran bagaimana menjadi dewasa itu. Aku berbicara padanya, “Aku tak tahu
bagaimana dewasa itu. Tapi semuanya hanyalah gumulan sepi.”
“Menjadi dewasa itu kesepian,” aku menjawab dan tersenyum
padanya.
P.S. After reading, try to listen to this amazing song by John Mayer about growing old.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar