“kaka.. cepet
bangun.” Seketika kata-kata itu membangunkanku dari mimpi yang indah. Aku
bermimpi kalau aku bertemu seorang laki-laki yang amat mempesona, tapi aku tak
tahu itu siapa sehingga membuatku penasaran, ah sudahlah hanya mimpi.
Aku segera
bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, karena ibuku telah membangunkanku untuk
segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Namaku Nina,
aku murid pindahan dari SMA yang cukup terkenal di Jakarta. Aku memutuskan
pindah ke Bandung karena orangtuaku pindah tempat dinas. Jadi aku hanya menurut
mereka saja saat aku diberi tahu kalau aku harus pindah ke Bandung.
Aku pindah ke
SMA Jaya Bakti Bandung. Sekarang aku bergegas ke sekolahku yang baru, aku sudah
tidak sabar.
Setibanya di
sekolah, aku sangat malu karena banyak yang memperhatikanku sehingga aku hanya
menunduk sepanjang aku mencari kelasku. Dan tiba-tiba ada seseorang laki-laki
bertanya padaku “eh, kamu murid baru ya?” “eh iya nih, ngomong-ngomong kelas
11-4 dimana ya?” balasku. “nah, itu kelasku loh hahaha, ini disini.” Sambil
menunjuk ke kelas yg tepat berada dibelakangnya. “ohaha, makasih ya..” balasku.
Aku pun melamun sejenak, “kok aku ngerasa pernah ketemu dia ya.. tapi dimana.
Lagian di Jakarta gak ada tuh dia..” dan aku pun ingat, dia itu laki-laki yang
aku mimpikan malam tadi. Heran dan bingung juga kenapa hal itu bisa benar-benar
real.
“eh kamu pindahan dari mana?” seseorang bertanya padaku
sampai-sampai mengagetkan lamunanku. “eh.. iya aku pindahan dari Jakarta.”
Balasku. Dan ternyata cowo itu yang bertanya, ah aku gugup sekali. “Nama kamu
siapa?” tanya dia. “Nina, kamu?” “oh, aku Raihan. Salam kenal ya..” sambil
tersenyum. Astaga senyumnya itu bener-bener bikin melting!
hari demi
hari aku lewatin bareng dia, karena dia teman pertamaku disekolah ini. Kita semakin
dekat, dia sering telepon aku, smsan seharian bareng dia, ngemall, nonton, ah
pokoknya seru banget tiap harinya bareng dia. Dia itu bener-bener perhatian,
baik, asik, humoris, siapa yang gak suka sama cowo kaya gini, pikirku. Karena
cinta itu tumbuh akibat terbiasa, mungkin disinilah aku mulai merasa ada yang
aneh saat aku dekat dia. Lebih deg-degan, nervous ah segala macem.
Sampe
akhirnya kita dinner berdua...........
Aku
bener-bener gak habis pikir dia bakal seromantis ini.
“Nin..”
“iya han..”
“Nina
cantik..” balasnya dgn senyuman
“makasih
han.”
“seminggu
yang lalu, Nin. Raihan pdkt sama Fika. Dan tadi pagi Raihan udah jadian sama
Fika, Nin. Jadi, Raihan mau traktir Nina dinner malem ini.”
Aku heran.
Aku bingung. Aku tersentak dan aku rasa air mataku mendesak keluar, tapi aku
tahan.
“oh ya?
Selamat ya Han, aku juga ikut seneng.” Aku pun tersenyum miris.
Raihan
bercerita tentang Fika panjang lebar, aku hanya mengiyakan saja. Aku masih
merasa sesak, sakit dan tak tahu harus bagaimana menghadapi ini. Lalu, aku pun
bingung apa yang Raihan lakukan selama ini hanya untuk hal ini? Hanya untuk
menyakitiku?
Raihan pun
semakin berbeda setiap harinya. Tak pernah telepon aku, bahkan sms pun tak
pernah. Dia selalu berdua dengan Fika sepanjang hari. Aku hanya bisa diam.
Kalau semua ini hanya untuk kau
hancurkan
Hanya untuk kau buang dan kau
sia-siakan
Mengapa sedalam ini harapan yang kau
beri untukku?
Hingga aku tak sadar sedalam ini aku
jatuh dalam ranjaumu
Kalau semua ini hanya untuk kau permainkan
Mengapa aku memberi seluruh hatiku
tanpa main-main dan keraguan
Kalau aku hanya untuk kau lupakan
Mengapa kau biarkan aku menyimpan rasa
ini diam-diam dibelakangmu
Tanpa sepengetahuanmu, tanpa rasa
pekamu sedikitpun
Ya, aku tak berhak atas cintamu
Aku lebih tahu diri.
Karena ini cinta diam-diam