Rabu, 28 Mei 2014

Jejakku


Aku bosan diblog bercerita tentang cinta melulu. Ayo, simak sedikit cerita tentang aku ya.
Aku dilahirkan lima belas tahun yang lalu pada pukul dua dini hari tanggal 24 Agustus tahun 1998 di Bandung. Aku dilahirkan normal, alhamdulillah dengan jari-jari utuh dan sempurna. Aku sama seperti bayi-bayi lainnya, mengalami tahap-tahap tumbuh yang normal, kata ibuku yang ku panggil “mamah”.
Aku dilahirkan di keluarga yang sempurna meskipun cekcok menjadi makananku sehari-hari. Aku bosan kadang. Aku ingin menyerah lalu meneriaki orang tua ku dengan kata ini “Cerai saja! Aku sudah tak peduli!” Tapi mana berani, aku? Selama sekitar beberapa tahun aku mengalami guncangan di hidupku. Karena orangtuaku yang egois. Tidak, mungkin ayahku yang egois. Aku ingat dimana malam aku terbangun karena teriakan juga tangisan ibuku karena ayah. Aku ingat dimana telepon rumah dilemparnya, didepanku. Sungguh, didepanku. Tapi waktu itu aku terlalu kecil untuk melawan. Mungkin aku berumur 7 tahun waktu itu. Aku sering mengeluh kepada sahabat terdekatku, Zahra. Dia menemaniku hampir tiap hari. Kadang kami dijuluki kembaran hahaha. Ya jelas bukan! Dia ini cantik, hidungnya mancung, seperti turunan Persia. Mana mirip denganku? Jangan bercanda.
Dia sahabatku sejak TK. Kami bermain setiap hari. Kalau tidak main sehari rasanya kesepian sekali aku ini. Ya, kalian juga tau dulu jauh dari facebook, twitter juga path dan lain-lain, jadi hidup lebih menarik, ku bilang. Kami sering bermain petak umpet, sondah, bepe-bepean, barbie-barbian, boneka-bonekaan, mamah-mamahan, anak-anakan, sampe jualan baso pula aku pernah dengan dia. Ah tunggu, bukan baso sungguhan. Tapi baso yang dibuat bulat-bulat dari kertas dan mienya pula dibuat dari kertas. Aku juga pernah jualan roti bakar, dari kertas. Hahaha. Bermain kartu-kartuan yang coraknya kartun. Aku juga sempat mencuri mawar tetanggaku, dan tetanggaku meneriaki kami. Hahaha, ingatkah kamu sobat? Kita juga pernah mengkhayal kalau kamu mempunyai suami Ariel Peterpan, dan aku mempunyai suami Luki Peterpan. Kami punya bayi, dan kita kena bencana banjir sampai seatap. Hahaha, konyol sekali kita, ya?
Oh ya, sahabatku juga bukan hanya Zahra. Aku punya sahabat yang bernama Dita, Ica Kecil (Clarissa), Ica besar (Hernisa), De Ai, Neng Sari (Risna),Cika, Nuri, dan masih banyak lagi. Entahlah yang paling klop itu dengan Zahra. Kami selalu bersama, dalam suka dan duka. *halah*
Ini dia foto temanku yang bernama Zahra.


Dan ini Alma.


Dulu aku juara pertama dikelas, dia juga juara kedua. Selalu seperti itu selama beberapa semester. Mungkin dari kelas 3 SD sampai kelas 6 SD. Dulu aku sering ikut lomba CaLisTung (Membaca Menulis Menghitung), lomba mengarang, lomba siswa teladan, cerdas cermat Pendidikan agama Islam, dengan Zahra tentu. Kami kompak, ya? Alhamdulillah sekali dulu sering mengikuti lomba mengarang, sehingga terbawa sampai sekarang, sampai akhirnya aku selalu memposting karangan-karanganku diblog. Mungkin belum sebaik penulis-penulis lain, tapi aku selalu belajar, dan teman, sahabat. Sampai pada akhirnya persahabatanku kandas ketika aku memasuki jenjang SMP, dan kami berbeda sekolah. Rumah kita dekat, tapi entah mengapa. Bukan, bukan kita marahan, atau saling memaki atau karena apapun. Karena waktu mungkin selalu menyita waktu kami untuk bermain. Oh ya, aku juga punya sahabat namanya Alma. Dia ini pribadi yang pendiam, tidak banyak tingkah, sederhana, entah.... dia ini selalu ada untukku sejak Zahra menjauh. Dia juga teman SD-ku. Kami sering bermain, berjalan sekitaran komplek kalau hari minggu, atau menonton bioskop, atau juga bermain bersama teman-teman lainnya.
Tapi pada akhirnya, kami menjauh juga. Karena berbeda sekolah, jarang komunikasi, sibuk, ah sudahlah ku pikir.
Jenjang SMP pun akhirnya di mulai. Aku diterima di SMPN 25 Bandung. Dengan nilai yang pas-pasan tapi alhamdulillah aku masih bisa merasakan bersekolah dinegeri, yang katanya lebih bergengsi. Aku tidak pintar bergaul, sehingga hari pertama MOS aku hanya diam. Melihat sekeliling. Diam. Seperti itu saja hampir beberapa hari. Aku berkenalan dengan perempuan, bernama Framesa sebut saja Mesa, juga cewek berisi dan rambutnya keriting, kata dia, nama dia itu Cindy. Oh ya, aku juga dikenalkan oleh mereka kepada perempuan berkerudung, berkaca mata, namanya Afifah. Um, aku sudah kenal juga dengan yang namanya Fanny dan Salma, memang mereka itu teman SD-ku.
Hari demi hari, kami semakin dekat saja. Dengan tingkah konyol mereka, tingkah laku mereka yang selalu mengocok perutku hahaha. Kita ini gila, aku bilang. Bermain bersama, pulang sekolah bersama-sama, nongkrong, meskipun kita hanya mempunyai uang Rp. 10.000 tapi tetap saja bermain. Haha, hanya untuk sekedar foto. Makan bakso, seblak, basreng, dan apapun kita selalu bersama-sama.


Tapi tak terasa. Waktu berlalu begitu cepat. Masa SMP-ku pun berlalu. Dengan nilai Ujian Nasional yang lumayan, aku bisa melanjutkan ke SMA yang lumayan keren. Alhamdulillah, tidak sia-sia usahaku 3 tahun di SMP. Bahkan aku lukiskan prestasi yang lumayan di bidang akademik di SMP. Aku senang sekali bisa mempunyai banyak sahabat, teman dan mantan di SMP. Hahaha. Masa SMP adalah masa dimana kita mencari jati diri kita, maka, bergaul lah dengan orang yang baik, maka kamu akan terbawa baik juga. Alhamdulillah, semua teman-temanku tidak ada yang “aneh”. Sometimes, I love being adult so I can do everything that I want, but being kid is the best part of life. Isn’t, it?
Ini dia foto aku bersama Afifah, Framesa, Cindy, Fanny dan Salma sesudah perpisahan kelas 3 SMP di SMPN 25 Bandung. :)
Pada Juni 2013 aku di terima di SMAN 11 Bandung. Aku senang sekali, karena sekolah ini lumayan oke juga di Bandung. Aku mengikuti MOS dengan rasa malas. Kalian tahu sendiri lah, dari MOS SMP yang sedikit di manja dan sekarang memasuki MOS SMA yang sangat tidak bisa saya terima. -___-
Aku kaget setengah mati saat senior-senior masuk ruangan kelas X-6 yang pada waktu itu menjadi kelas sementaraku. Setiap barang warna pink dan ungu di lempar. Ya aku bingung lah mengapa mereka melakukan hal itu. Tenyata warna pink dan ungu melambangkan sifat manja. MasyaAllah. -__-
Sekitar satu minggu lebih Aku mengikuti MOS, dan akhirnya pembagian jurusan. Aku berniat keras akan masuk jurusan IPA atau Bahasa. Dan jengjeng.... Aku di takdir kan untuk masuk jurusan IPS. Aku kecewa berat dengan diri dan otakku. Hahaha. But, i believe God’s plan is  better than my dream.Aku sekelas dengan teman-teman yang suppperrr keren! Musikalitas mereka tinggi sekali, darah seni mereka tinggi juga, and I love being here, dude. Aku benar-benar merasakan the happiest part of school yang selalu orang bicarakan, ya SMA. Aku sudah satu tahun menjalani kehidupan SMA dengan mereka. And it’s awesome. I hope we always together ‘til the end. Eaaa. Seriously, i love you guys with all my heart HAHAHA. Ini dia foto X IIS 5 SMAN 11 Bandung.