Aku bosan
diblog bercerita tentang cinta melulu. Ayo, simak sedikit cerita tentang aku
ya.
Aku
dilahirkan lima belas tahun yang lalu pada pukul dua dini hari tanggal 24
Agustus tahun 1998 di Bandung. Aku dilahirkan normal, alhamdulillah dengan
jari-jari utuh dan sempurna. Aku sama seperti bayi-bayi lainnya, mengalami
tahap-tahap tumbuh yang normal, kata ibuku yang ku panggil “mamah”.
Aku
dilahirkan di keluarga yang sempurna meskipun cekcok menjadi makananku
sehari-hari. Aku bosan kadang. Aku ingin menyerah lalu meneriaki orang tua ku
dengan kata ini “Cerai saja! Aku sudah tak peduli!” Tapi mana berani, aku?
Selama sekitar beberapa tahun aku mengalami guncangan di hidupku. Karena
orangtuaku yang egois. Tidak, mungkin ayahku yang egois. Aku ingat dimana malam
aku terbangun karena teriakan juga tangisan ibuku karena ayah. Aku ingat dimana
telepon rumah dilemparnya, didepanku. Sungguh, didepanku. Tapi waktu itu aku
terlalu kecil untuk melawan. Mungkin aku berumur 7 tahun waktu itu. Aku sering
mengeluh kepada sahabat terdekatku, Zahra. Dia menemaniku hampir tiap hari.
Kadang kami dijuluki kembaran hahaha. Ya jelas bukan! Dia ini cantik, hidungnya
mancung, seperti turunan Persia. Mana mirip denganku? Jangan bercanda.
Dia
sahabatku sejak TK. Kami bermain setiap hari. Kalau tidak main sehari rasanya
kesepian sekali aku ini. Ya, kalian juga tau dulu jauh dari facebook, twitter
juga path dan lain-lain, jadi hidup lebih menarik, ku bilang. Kami sering
bermain petak umpet, sondah, bepe-bepean, barbie-barbian, boneka-bonekaan,
mamah-mamahan, anak-anakan, sampe jualan baso pula aku pernah dengan dia. Ah
tunggu, bukan baso sungguhan. Tapi baso yang dibuat bulat-bulat dari kertas dan
mienya pula dibuat dari kertas. Aku juga pernah jualan roti bakar, dari kertas.
Hahaha. Bermain kartu-kartuan yang coraknya kartun. Aku juga sempat mencuri
mawar tetanggaku, dan tetanggaku meneriaki kami. Hahaha, ingatkah kamu sobat?
Kita juga pernah mengkhayal kalau kamu mempunyai suami Ariel Peterpan, dan aku
mempunyai suami Luki Peterpan. Kami punya bayi, dan kita kena bencana banjir
sampai seatap. Hahaha, konyol sekali kita, ya?
Oh ya,
sahabatku juga bukan hanya Zahra. Aku punya sahabat yang bernama Dita, Ica
Kecil (Clarissa), Ica besar (Hernisa), De Ai, Neng Sari (Risna),Cika, Nuri, dan
masih banyak lagi. Entahlah yang paling klop itu dengan Zahra. Kami selalu
bersama, dalam suka dan duka. *halah*
Ini dia foto
temanku yang bernama Zahra.
Dan ini
Alma.
Dulu aku
juara pertama dikelas, dia juga juara kedua. Selalu seperti itu selama beberapa
semester. Mungkin dari kelas 3 SD sampai kelas 6 SD. Dulu aku sering ikut lomba
CaLisTung (Membaca Menulis Menghitung), lomba mengarang, lomba siswa teladan,
cerdas cermat Pendidikan agama Islam, dengan Zahra tentu. Kami kompak, ya?
Alhamdulillah sekali dulu sering mengikuti lomba mengarang, sehingga terbawa
sampai sekarang, sampai akhirnya aku selalu memposting karangan-karanganku
diblog. Mungkin belum sebaik penulis-penulis lain, tapi aku selalu belajar, dan
teman, sahabat. Sampai pada akhirnya
persahabatanku kandas ketika aku memasuki jenjang SMP, dan kami berbeda
sekolah. Rumah kita dekat, tapi entah mengapa. Bukan, bukan kita marahan, atau
saling memaki atau karena apapun. Karena waktu mungkin selalu menyita waktu
kami untuk bermain. Oh ya, aku juga punya sahabat namanya Alma. Dia ini pribadi
yang pendiam, tidak banyak tingkah, sederhana, entah.... dia ini selalu ada untukku
sejak Zahra menjauh. Dia juga teman SD-ku. Kami sering bermain, berjalan
sekitaran komplek kalau hari minggu, atau menonton bioskop, atau juga bermain
bersama teman-teman lainnya.
Tapi pada
akhirnya, kami menjauh juga. Karena berbeda sekolah, jarang komunikasi, sibuk,
ah sudahlah ku pikir.
Jenjang SMP
pun akhirnya di mulai. Aku diterima di SMPN 25 Bandung. Dengan nilai yang
pas-pasan tapi alhamdulillah aku masih bisa merasakan bersekolah dinegeri, yang
katanya lebih bergengsi. Aku tidak pintar bergaul, sehingga hari pertama MOS
aku hanya diam. Melihat sekeliling. Diam. Seperti itu saja hampir beberapa hari.
Aku berkenalan dengan perempuan, bernama Framesa sebut saja Mesa, juga cewek
berisi dan rambutnya keriting, kata dia, nama dia itu Cindy. Oh ya, aku juga
dikenalkan oleh mereka kepada perempuan berkerudung, berkaca mata, namanya
Afifah. Um, aku sudah kenal juga dengan yang namanya Fanny dan Salma, memang
mereka itu teman SD-ku.
Hari demi
hari, kami semakin dekat saja. Dengan tingkah konyol mereka, tingkah laku
mereka yang selalu mengocok perutku hahaha. Kita ini gila, aku bilang. Bermain
bersama, pulang sekolah bersama-sama, nongkrong, meskipun kita hanya mempunyai
uang Rp. 10.000 tapi tetap saja bermain. Haha, hanya untuk sekedar foto. Makan
bakso, seblak, basreng, dan apapun kita selalu bersama-sama.
Tapi tak
terasa. Waktu berlalu begitu cepat. Masa SMP-ku pun berlalu. Dengan nilai Ujian
Nasional yang lumayan, aku bisa melanjutkan ke SMA yang lumayan keren.
Alhamdulillah, tidak sia-sia usahaku 3 tahun di SMP. Bahkan aku lukiskan
prestasi yang lumayan di bidang akademik di SMP. Aku senang sekali bisa
mempunyai banyak sahabat, teman dan mantan di SMP. Hahaha. Masa SMP adalah masa
dimana kita mencari jati diri kita, maka, bergaul lah dengan orang yang baik,
maka kamu akan terbawa baik juga. Alhamdulillah, semua teman-temanku tidak ada
yang “aneh”. Sometimes, I love being
adult so I can do everything that I want, but being kid is the best part of
life. Isn’t, it?
Ini dia foto
aku bersama Afifah, Framesa, Cindy, Fanny dan Salma sesudah perpisahan kelas 3
SMP di SMPN 25 Bandung. :)
Pada Juni 2013 aku di terima di SMAN 11 Bandung. Aku senang
sekali, karena sekolah ini lumayan oke juga di Bandung. Aku mengikuti MOS
dengan rasa malas. Kalian tahu sendiri lah, dari MOS SMP yang sedikit di manja
dan sekarang memasuki MOS SMA yang sangat tidak bisa saya terima. -___-
Aku kaget setengah mati saat senior-senior masuk ruangan
kelas X-6 yang pada waktu itu menjadi kelas sementaraku. Setiap barang warna
pink dan ungu di lempar. Ya aku bingung lah mengapa mereka melakukan hal itu. Tenyata
warna pink dan ungu melambangkan sifat manja. MasyaAllah. -__-
Sekitar satu minggu lebih Aku mengikuti MOS, dan akhirnya
pembagian jurusan. Aku berniat keras akan masuk jurusan IPA atau Bahasa. Dan jengjeng....
Aku di takdir kan untuk masuk jurusan IPS. Aku kecewa berat dengan diri dan
otakku. Hahaha. But, i believe God’s plan
is better than my dream.Aku sekelas dengan teman-teman yang suppperrr
keren! Musikalitas mereka tinggi sekali, darah seni mereka tinggi juga, and I love being here, dude. Aku benar-benar
merasakan the happiest part of school
yang selalu orang bicarakan, ya SMA. Aku sudah satu tahun menjalani kehidupan
SMA dengan mereka. And it’s awesome. I hope
we always together ‘til the end. Eaaa. Seriously, i love you guys with all my
heart HAHAHA. Ini dia foto X IIS 5 SMAN 11 Bandung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar