Kamu tau tentang perasaanku? tentang hati yang aku beri untukmu? tentang aku, tentang doaku tentang harapanku yang lagi-lagi tentang kamu.
Lihatlah aku disini, tengoklah. Jangan kau biarkan aku hanyalah sebagai angin yang menyukaimu secara diam-diam dan transparan. Tapi aku yakin, kamu merasakannya kan? Lalu tunggu apa? Tunggu aku menyatakannya secara terang-terangan? Aku ini wanita, aku tak mungkin mengungkapkannya terlebih dahulu kan? aku lelah menunggu kamu, yang kenyataannya tak memperdulikanku :)
Kamis, 26 September 2013
Jumat, 20 September 2013
Broken Home
“Praaaang..!!” suara pecahan piring yang biasa menemani aku
di malam hari. Mungkin kamu mengira kalau itu disebabkan oleh kucing ya? Haha tidak,
itu kelakuan ayahku yang memang tak pernah bisa mengendalikan emosinya sendiri.
Ya, aku Citra. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Aku
mempunyai satu kakak perempuan dan satu adik perempuan. Aku mempunyai impian
dari dulu untuk mempunyai keluarga yang harmonis dan rumah yang selalu orang
lain bicarakan “home sweet home” “rumahku surgaku”.
Dari awal kelahiran adikku, ayahku tak pernah mengendalikan
emosinya seperti dulu. Ia sering memecahkan piring, membanting telepon rumah,
menendang pintu, dan selalu keluyuran. Aku tak pernah nyaman tinggal bersama
ayahku. Aku tak pernah membenci dia, tidak seperti dia yang membenci aku,
saudara-saudaraku dan ibuku. Kamu tau gak sih, rasanya di benci ayah sendiri
tapi kamu sendiri tak tahu apa kesalahanmu? Kamu tau gak sih seberapa ingin
kamu membanggakan mereka dengan segudang prestasimu tapi mereka tak pernah
sedikitpun perduli terhadapmu? BAGAIMANA ITU RASANYA? Sakit kan? Lebih sakit
dari yang namanya patah hati dan putus cinta.
Aku cuma ingin mereka tidak mempertontonkan masalah mereka
didepan anak mereka. Tidakkah kalian tau seberapa sakitnya hati anak kalian
kalau melihat kalian bertengkar lalu yang satunya menangis? Apa aku dan
saudara-saudaraku tidak ikut menangis juga? Aku menangis setiap kalian
bertengkar, aku hanya tidak ingin membebankanmu dengan air mataku, Ibu Ayah.
Aku hanya benci apabila hal ini selalu terjadi diantara
kalian berdua. Aku hanya benci saat ada teriakan disetiap tangisan ibuku. Hatiku
lebih menjerit bu, lebih. Aku hanya ingin kalian belajar mencintai keluarga
kecil ini, mencintai aku dan saudara-saudaraku. Berhenti bertengkar, aku dan
sudara-saudaraku cukup lelah menerima itu selama 10tahun lamanya.
Aku benamkan harapanku diantara kalian..
Aku tekankan diriku untuk menggapai prestasi demi kalian..
Jadi, bisa kah kalian sedikit mencintaiku?
Langganan:
Postingan (Atom)