Jumat, 20 September 2013

Broken Home



“Praaaang..!!” suara pecahan piring yang biasa menemani aku di malam hari. Mungkin kamu mengira kalau itu disebabkan oleh kucing ya? Haha tidak, itu kelakuan ayahku yang memang tak pernah bisa mengendalikan emosinya sendiri.

Ya, aku Citra. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Aku mempunyai satu kakak perempuan dan satu adik perempuan. Aku mempunyai impian dari dulu untuk mempunyai keluarga yang harmonis dan rumah yang selalu orang lain bicarakan “home sweet home” “rumahku surgaku”.

Dari awal kelahiran adikku, ayahku tak pernah mengendalikan emosinya seperti dulu. Ia sering memecahkan piring, membanting telepon rumah, menendang pintu, dan selalu keluyuran. Aku tak pernah nyaman tinggal bersama ayahku. Aku tak pernah membenci dia, tidak seperti dia yang membenci aku, saudara-saudaraku dan ibuku. Kamu tau gak sih, rasanya di benci ayah sendiri tapi kamu sendiri tak tahu apa kesalahanmu? Kamu tau gak sih seberapa ingin kamu membanggakan mereka dengan segudang prestasimu tapi mereka tak pernah sedikitpun perduli terhadapmu? BAGAIMANA ITU RASANYA? Sakit kan? Lebih sakit dari yang namanya patah hati dan putus cinta.

Aku cuma ingin mereka tidak mempertontonkan masalah mereka didepan anak mereka. Tidakkah kalian tau seberapa sakitnya hati anak kalian kalau melihat kalian bertengkar lalu yang satunya menangis? Apa aku dan saudara-saudaraku tidak ikut menangis juga? Aku menangis setiap kalian bertengkar, aku hanya tidak ingin membebankanmu dengan air mataku, Ibu Ayah.

Aku hanya benci apabila hal ini selalu terjadi diantara kalian berdua. Aku hanya benci saat ada teriakan disetiap tangisan ibuku. Hatiku lebih menjerit bu, lebih. Aku hanya ingin kalian belajar mencintai keluarga kecil ini, mencintai aku dan saudara-saudaraku. Berhenti bertengkar, aku dan sudara-saudaraku cukup lelah menerima itu selama 10tahun lamanya.

Aku benamkan harapanku diantara kalian..

Aku tekankan diriku untuk menggapai prestasi demi kalian..

Jadi, bisa kah kalian sedikit mencintaiku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar