Masih dengan rasa yang lama.
Masih dengan tatapan itu, aku menyembunyikan rasa yang mungkin tidak kamu ketahui. Makanya, aku hanya menunduk saat kamu menatapku. Ada hentakan rindu saat kamu jauh. Ada degupan lucu pada jantungku saat kita bertemu. Aku ragu dengan hatiku, dengan kata yang menyangkal semua tentangmu. Setelah sekian lama aku menunggu, tak mungkin aku terus menerus menunggumu. Dengan jutaan puisi bodoh yang mungkin kamu tak pernah lirik, apalagi membaca. Ini suatu keanehan, mengapa aku memilih kamu untuk aku perjuangkan sampai jatuh bangun? Mungkin inilah cinta, tanpa balasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar