Selasa, 23 Agustus 2016

“Seperti apa menjadi dewasa itu?" tanyanya.




Aku sedang duduk termenung di persimpangan jalan. Hujan dan dingin menusuk tulangku. Ada anak kecil di sebelahku. Tampaknya ia baru saja pulang dari sekolahnya. Aku menatapnya dan dia membalas menatapku. Dia tersenyum dan bertanya hal basi yang biasa ditanyakan hanya untuk mengisi kekosongan kita berdua saat itu. Lalu tiba-tiba ia menanyakan hal yang membuatku tak berkutik, “Seperti apa menjadi dewasa itu?" tanyanya. "Aku sudah menanyakan ini pada ibuku tapi ibuku tampaknya tak mau menjawab,”. Aku terdiam dan mencoba menjawab pertanyaannya tapi aku tak bisa. Bahkan satu kata pun tak terpikirkan olehku. Dia tampak kecewa dan masih penasaran. “Apakah pertanyaanku memang sulit untuk dijawab, ya?” katanya. Aku menjawab sambil tersenyum, “Tidak,” lalu aku memandang ke arah jalan raya yang sepi. Aku memandang ke arah selatan, disana terdapat seorang laki-laki yang sedang merokok dan meminum kopi. Lalu aku memandang ke arah utara, aku melihat seorang wanita tua sedang menatap kearah jalan dengan tatapan kosong. Apakah semua orang menjadi sentimental disaat hujan seperti ini? Apakah semua orang menjadi kesepian disaat dingin seperti ini? Dan pikiran-pikiran ini membuatku berhenti sejenak dan melihat ke dalam diriku sendiri. Apakah aku bahagia dengan segala yang aku punya? Apakah aku tak kesepian karna melakukan semuanya sendirian?
Aku kembali tersadar bahwa disini aku bersama anak kecil yang penasaran bagaimana menjadi dewasa itu. Aku berbicara padanya, “Aku tak tahu bagaimana dewasa itu. Tapi semuanya hanyalah gumulan sepi.”
“Menjadi dewasa itu kesepian,” aku menjawab dan tersenyum padanya.
P.S. After reading, try to listen to this amazing song by John Mayer about growing old.