Sabtu, 16 Januari 2016

Terima Kasih.



Akhir-akhir ini aku lebih suka memposting tentang kehidupanku sendiri. Akhir-akhir ini aku tak ada ide untuk membuat puisi lagi. Entah kenapa, biasanya aku mendapat ide apabila sedang diam di toilet. Hahaha. Berlian bisa di temukan di tempat terkotor sekalipun. Apasih ini(?)
Jadi langsung saja, disini, di kolom ini aku akan menceritakan tentang... sahabat-sahabatku! Sahabat terkesan kekanak-kanakan ya, aku ulangi. Disini aku akan bercerita tentang keluarga kecilku. Kita dipertemukan pada saat pembagian kelas. Dan takdir menuliskan kita berada di tempat yang sama. Di kelas X IPS 5. Mungkin aku terlalu beruntung mendapatkan mereka dan terima kasih Tuhan, mereka adalah hal terbaik kedua yang pernah terjadi padaku. Orang sepertiku terlalu beruntung untuk mempunyai mereka yang selalu membuat perutku terkocok karna humor-humor khas mereka, mereka yang selalu mendengarkan curahan satu sama lain, mereka yang selalu menghargai dan mendukung satu sama lain. Jika orang bilang Tuhan tak mengikuti media sosial, aku tak percaya. Aku yakin Tuhan melihat tulisan ini dan aku berterima kasih pada-Nya atas kado kecil di hidupku ini.
Sekitar dua tahun setengah lalu aku memutuskan untuk mendaftar sekolah menengah atas di SMAN 11 Bandung. Aku mengikuti ospek yang menurutku begitu berat. Maklum, masa transisi selalu terasa berat, bukan? Dan disini lah rasa galau pengin kembali ke SMP, aku hampir menyerah karna tak kunjung menemukan titik nyaman di sekolah ini. Teman tak ada yang sehati, OSIS yang kejam, tes ini itu untuk menentukan jurusan mana yang cocok denganku. Rasanya nano-nano. Hampir menyerah tapi tak jadi karna setelah pembagian jurusan( yang untungnya aku masuk jurusan IPS) aku dipertemukan dengan orang-orang yang sehati denganku.
Ada sebelas orang yang sampai hari ini selalu ada. Aku akan deskripsikan satu per satu disini. Yuk, check it out.

                                              foto ini diambil saat aku berulang tahun ke-17.

1.       Elina Fauziah
Perempuan berumur 18 tahun ini adalah sesepuh kami. *sungkem* Yup, dia paling berumur diantara kami. Hahaha. ((berumur)). Apakah aku harus menjelaskan apperance-nya disini? Okey, biar lebih jelas. Dia memiliki rambut panjang dan hidung mancung. Tinggi dia sekitar... pokoknya sekitar saja. Dia pernah menjadi teman sebangku aku ketika kita berada di kelas sepuluh. Dia juga pernah satu kelas denganku waktu kita SMP. Dia ini orang yang bakal kalian cari banget ketika kalian butuh yang namanya sandaran. Aku melewati masa-masa sulitku sekitar tahun 2014 bersama dia. Terima kasih. Meskipun kita tau persahabatan tak pernah semulus kulit Syahrini, tapi kita bisa menyelesaikan kesalahpahaman kita berdua. Dan aku pun menyesal pernah memulai apa yang seharusnya tak pernah aku mulai. Tapi ombak dan badai selalu membuat pelaut kuat, bukan? Begitu pun persahabatan. Terima kasih, sekali lagi. :)
Ini Elina,

2.       Farah Diel Amanda
Perempuan yang lahir tahun 1998 ini polos banget. Aja, deng. Hahaha/?. Farah adalah teman jalan menyusuri Dian Kencana hampir setiap hari. Dia ini hobinya membaca dan nonton. SAMA! *toss* dia mempunyai kulit putih dan badan yang ramping ideal. *ngiri*. Dia ini enak banget diajak diskusi, mau ngomongin apa? Alam semesta, hukum, agama, novel, film, ke dia aja! Pasti nyambung. Tapi jangan ajak dia diskusi ketika lagi liburan, ya. Dia sibuk dengan hobinya yaitu fangirlingan. Dia baru saja menemukan hobi baru yang selama ini tanpa ia tau itu akan menjadi hobi dia. Kita pernah satu bimbel ketika SMP. pertama kali aku bertemu Farah, aku kira dia keturunan. Karna kulitnya yang putih dan matanya yang sipit. Tapi setelah bertemu kembali saat SMA, aku sadar, matanya sama sekali nggak sipit. Dia punya pupil yang coklat, banget. Aku ingin berterima kasih, atas telinganya yang selalu mendengarkan curahan, unek-unek, dan waktu diskusi yang telah ia luangkan. Terima kasih, sekali lagi. :)
Ini Farah,
 
3.       Gina Riyani
Gina ini bukan orang Bandung, geng. Dia turunan Riau dan Aceh, yuhuu! Dia lahir tahun 1998 juga. Gina ini badannya ramping, aku iri! Dia selalu pake lip tint, dan kalau nggak, aku biasanya nanya “Gina kenapa? Pucet.” Hahaha. Ternyata dia ini punya kesamaan hobi dan passion denganku loh. Dia suka baca juga. Dia suka sastra. Gina kadang menjadi temanku untuk berjalan menyusuri Dian Kencana. Dia ini fangirlnya BTS. Dia jarang gabung kalau di grup, entah kenapa. Lain kali lebih sering join bareng di grup ya! ^^
Ohiya, aku juga ingin berterima kasih, karna dari dia ini aku belajar banyak. Emang belajar apa aja? Kamu tau sendiri, Gin. Terima kasih, ya. :)
Ini Gina,

4.       Indira Siti Asyifa
Indira adalah perempuan yang luar biasa, geng. Kamu denger dia ngomong dua kata aja bakal ngakak seharian. Dia ini sesepuh sunda. *salim* bahasa sundanya udah ahli banget. Bahkan tanpa mengenyam pendidikan sastra dan bahasa sunda pun dia menurutku sudah layak disebut sarjana sastra sunda. Indira ini hidungnya mancung dan lip tint always on, ya. Alisnya, bikin ngiri! Anak ini ter-yolo 2016. Tapi awas, geng. Kadang anak ini suka aral teu puguh. Hahaha. Tapi, aku juga ingin berterima kasih kepada kawanku ini yang pernah satu SMP denganku. Terima kasih sudah menjadi mood booster untukku. Dan kami berdua mempunyai sejarah yang kelam saat SMP. Lupakan, please. :’)
Ini Indira,

5.       Lia Umayah
Lia adalah kembaran aku. Karna kecuekan kita ya, Li. Lia ini perempuan berkulit putih (banget). Aku ngiri! (Lah kerjaannya ngiri). Iya dia ini perempuan berkerudung yang lahir di tahun 1998 juga, yeay! Rambut aslinya keriting banget, loh. Lucu. Dia ini mempunyai pipi tembem yang kadang kalau lagi malu, pipinya bakal merah banget. Lia adalah Sehun stan yang paling setia. Lia pecinta Sehun. Tanpa lia, mungkin, aku takkan pernah menonton drama-drama Korea sialan itu. Drama-drama Korea yang membuat baper sampai berminggu-minggu. Terima kasih lia. *bowing*. Terima kasih lia, sekali lagi. Tanpamu aku bukan Tiara seorang fangirling, kamu donatur drama-drama terbesar di hidupku. :””)
Ini Lia,

6.       Mutiara Mira Nurhaliza
Mutiara, atau yang biasa aku panggil Muti ini adalah anak SD yang nyasar ke SMA. (Ini pujian loh Mut! Karna kamu kecil dan awet muda). Muti ini kelahiran 1998 tapi kayak kelahiran 2005, sedangkan aku kelahiran 1998 tapi kayak kelahiran 1990. :’)
Muti adalah donatur terbesar film dan dorama Jepang di laptopku. Terima kasih Muti, tanpamu aku takkan mengenal siapa Takeru Sato, Yamazaki Kento, dan cowok-cowok ganteng lainnya. Muti ini lovable banget buat dijadiin adik, lucu kebangetan! Muti ini pinter banget bahasa Jepangnya. Hebat. #MutiIdolaku #ArigatouMutiChan
Maafkan aku Muti, kalau aku selalu meminta dorama, film dan lagu Jepang. #GanbatteMuti
Ini Muti,

7.       Ovi Muraya
Adalah Ovi anak kecil yang juga nyasar ke SMA. Dia seharusnya masih SD. Dia kelahiran 2006, geng. :’) dia sebenarnya kelahiran 1998 dan dia lahir lebih dulu daripada aku tapi mengapa Tuhan dia lebih awet muda. *cry in japanese*
Ovi ini ikon kebahagiaan dari Barpan. Kalau kamu sedang mengalami depresi, kamu sekali saja melihat dan mendengar Ovi tertawa kamu bakal kembali menjadi bahagia. Dia ini pecinta Baekhyun. Ovi telah sukses menyebarkan virus Chanbaek kepada teman-temannya. #OviIdolaku. Aku ingin berterima kasih kepada Ovi atas tawanya yang renyah itu yang selalu bisa membuat orang lain tertawa juga. Ovi, don’t grow up. Okay? Okay.
Ini Ovi,
 

8.       Refika Nur Afifah
Yoow Fika ini perempuan berkulit putih (banget!!). Dia ini manusia atau vampir, aku sempat bingung sendiri. Jadi, dia ini wanitanya dari wanita. Dia ini kolektor komestik ulung. Aku selalu suka kamarnya yang begitu girly, beda dengan kamarku yang cenderung acak-acakan dan hampir mirip dengan gudang. Fika ini donatur Running Man terbesar untuk laptopku. Terima kasih, sunbae. *bowing* aku takkan melupakan jasamu, Fik. Refika ini hampir mirip artis Korea, geng. (Ini pujian, loh.)
Dan aku berterima kasih kepada Refika, karna dia selalu menjadi ikon wanita di Barpan dan sudah seharusnya aku berkaca pada dia. Hahaha.
Ini Refika,

9.       Rena Tresnawati
Rena, perempuan yang satu-satunya bisa aku jadikan ibu. Karna sikapnya yang selalu keibu-an. Rena ini tipe orang yang selalu mengorganisir kegiatannya dengan baik, aku selalu iri dan aku ingin seperti dia yang selalu bisa mengatur waktu. Dia perempuan berkerudung dan penari hebat, yeay. Bahkan disaat kamu lihat senyumnya saja, kamu bisa tebak kalau dia itu penari. Aku selalu belajar dari Rena, dari kecerdasan dia, keterbukaan dia tapi kadang terlalu terbuka :(
Terima kasih telah menunjukan padaku bagaimana berjuang mendapatkan sesuatu itu. Bagaimana harus bersabar bila mungkin suatu saat nanti aku ada di posisimu kemarin. Aku berhutang ilmu padamu mengenai ini, Ren. Dan jengjeng, ini dia yang terkena virus Chanbaek oleh Ovi. Rena ini fangirl baru. Selamat datang di dunia (atau sebut saja black hole) Fangirling Lyfeee!
Ini Rena,

10.   Riska Rismayanti
Sampurasun! Rampes! Ini dia senior sesepuh sunda. Riska Rismayanti, perempuan berkerudung yang sebangku dua tahun denganku. Riska ini udah S3 Sastra sunda dan akuntansi loh. Dia pinter banget di kedua bidang itu. Dia ini anak hijab bandung yang OOTD-nya selalu on point. Aku berkaca padamu masalah OOTD, Ris! Dan terima kasih sudah mengajarkan segala bentuk kesulitan dalam mata pelajaran matematika dan akuntansi. Aku berhutang padamu. Sangat berhutang. Aku yakin kamu bakal menjadi orang sukses, amin. Terima kasih sekali lagi. Dan kawan, kalau kamu mengalami kesulitan dalam hal menghitung mari serahkan saja padanya, dia terlalu ahli dalam hal menghitung, aku iri :”””)
Ini Riska,

11.   Salsabila Alif
Adalah wanita tangguh yang baru-baru ini mengalami galau. Kalian bisa tanya mengenai gunung-gunung pada wanita ini, geng. Aku selalu iri padanya, karna dia ini kelebihan piknik sedangkan aku kekurangan piknik. Hiks. Dia ini selalu percaya diri, aku suka sisi dirinya yang ini. Aku harus belajar padanya. Aku berterima kasih, atas segala hal. Aku tak bisa menyebutkannya, terlalu banyak bagiku. Aku berterima kasih kepada hal-hal kecil yang bisa membuatku terus belajar. Dan aku akan lebih berterima kasih bila aku diajak piknik. *maksa* hahaha!
Ini Abil,

Jadi kami ini menyebut diri kamu sebagai BarPan (Barudak Panda). Ini hanya simbolisasi saja sebenarnya. Mengapa aku menulis ini? Aku hanya ingin mengapresiasi persahabatan kita yang sudah berjalan selama dua setengah tahun ini. Aku ingin mengapresiasi semua kebaikan kalian, keburukan kalian. Mengapa aku sebut keburukan? Karna kita semua tau bahwa tak ada sama sekali manusia yang sempurna. Tak ada. Dan aku yakin aku pernah melakukan banyak kesalahan terhadap kalian. Personal atau pun terhadap kalian secara grup. Kalian, mungkin tanpa sadar, aku banyak belajar dari kalian. Aku menulis ini karna sebentar lagi kita akan meninggalkan dan berpindah ke tempat yang lebih baik, yaitu kampus. Sebelum masa SMA kita habis, maka aku hanya ingin mengenang semuanya disini. Pertama kali bertemu kalian, pertama kali bertengkar dengan kalian, pertama kali travelling bareng kalian, semuanya sedang bejalan diotakku sekarang. Seperti gerakan lambat dalam sebuah film yang diselingi lagu manis tentang persahabatan. Aku yakin, di masa mendatang kita akan menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang menjadikan manusia sebagaimana manusia, manusia yang saling menghargai manusia lainnya. Aku yakin kita takkan pernah berhenti berhubungan nantinya, aku yakin dan aku berharap. Aku menulis ini karna kita akan segera menghadapi ujian nasional dan ujian masuk universitas dan aku hanya ingin membakar korek semangat kalian agar lebih menyala dan berapi-api dalam menggapai mimpi masing-masing. Kita bisa, BarPan bisa. Kita adalah pemimpi yang disatukan dalam wadah grup ini. Kita ini pemimpi liar yang sedang menggapai mimpi tersebut. Kita bisa, okay? Okay.



Tertanda,

Tiara Aulia Putri

foto-foto:
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar