Akhir-akhir ini aku lebih suka memposting tentang
kehidupanku sendiri. Akhir-akhir ini aku tak ada ide untuk membuat puisi lagi. Entah
kenapa, biasanya aku mendapat ide apabila sedang diam di toilet. Hahaha. Berlian
bisa di temukan di tempat terkotor sekalipun. Apasih ini(?)
Jadi langsung saja, disini, di kolom ini aku akan
menceritakan tentang... sahabat-sahabatku! Sahabat terkesan kekanak-kanakan ya,
aku ulangi. Disini aku akan bercerita tentang keluarga kecilku. Kita dipertemukan
pada saat pembagian kelas. Dan takdir menuliskan kita berada di tempat yang
sama. Di kelas X IPS 5. Mungkin aku terlalu beruntung mendapatkan mereka dan
terima kasih Tuhan, mereka adalah hal terbaik kedua yang pernah terjadi padaku.
Orang sepertiku terlalu beruntung untuk mempunyai mereka yang selalu membuat
perutku terkocok karna humor-humor khas mereka, mereka yang selalu mendengarkan
curahan satu sama lain, mereka yang selalu menghargai dan mendukung satu sama
lain. Jika orang bilang Tuhan tak mengikuti media sosial, aku tak percaya. Aku yakin
Tuhan melihat tulisan ini dan aku berterima kasih pada-Nya atas kado kecil di
hidupku ini.
Sekitar dua tahun setengah lalu aku memutuskan untuk
mendaftar sekolah menengah atas di SMAN 11 Bandung. Aku mengikuti ospek yang
menurutku begitu berat. Maklum, masa transisi selalu terasa berat, bukan? Dan disini
lah rasa galau pengin kembali ke SMP, aku hampir menyerah karna tak kunjung
menemukan titik nyaman di sekolah ini. Teman tak ada yang sehati, OSIS yang
kejam, tes ini itu untuk menentukan jurusan mana yang cocok denganku. Rasanya nano-nano.
Hampir menyerah tapi tak jadi karna setelah pembagian jurusan( yang untungnya
aku masuk jurusan IPS) aku dipertemukan dengan orang-orang yang sehati
denganku.
Ada sebelas orang yang sampai hari ini selalu ada. Aku akan
deskripsikan satu per satu disini. Yuk, check it out.
foto ini diambil saat aku berulang tahun ke-17.
1.
Elina Fauziah
Perempuan berumur 18 tahun ini adalah
sesepuh kami. *sungkem* Yup, dia paling berumur diantara kami. Hahaha.
((berumur)). Apakah aku harus menjelaskan apperance-nya disini? Okey, biar
lebih jelas. Dia memiliki rambut panjang dan hidung mancung. Tinggi dia
sekitar... pokoknya sekitar saja. Dia pernah menjadi teman sebangku aku ketika
kita berada di kelas sepuluh. Dia juga pernah satu kelas denganku waktu kita
SMP. Dia ini orang yang bakal kalian cari banget ketika kalian butuh yang
namanya sandaran. Aku melewati masa-masa sulitku sekitar tahun 2014 bersama
dia. Terima kasih. Meskipun kita tau persahabatan tak pernah semulus kulit
Syahrini, tapi kita bisa menyelesaikan kesalahpahaman kita berdua. Dan aku pun
menyesal pernah memulai apa yang seharusnya tak pernah aku mulai. Tapi ombak
dan badai selalu membuat pelaut kuat, bukan? Begitu pun persahabatan. Terima kasih,
sekali lagi. :)
Ini Elina,
2.
Farah Diel Amanda
Perempuan yang lahir tahun 1998 ini polos
banget. Aja, deng. Hahaha/?. Farah adalah teman jalan menyusuri Dian Kencana
hampir setiap hari. Dia ini hobinya membaca dan nonton. SAMA! *toss* dia
mempunyai kulit putih dan badan yang ramping ideal. *ngiri*. Dia ini enak
banget diajak diskusi, mau ngomongin apa? Alam semesta, hukum, agama, novel,
film, ke dia aja! Pasti nyambung. Tapi jangan ajak dia diskusi ketika lagi liburan,
ya. Dia sibuk dengan hobinya yaitu fangirlingan. Dia baru saja menemukan hobi
baru yang selama ini tanpa ia tau itu akan menjadi hobi dia. Kita pernah satu
bimbel ketika SMP. pertama kali aku bertemu Farah, aku kira dia keturunan. Karna
kulitnya yang putih dan matanya yang sipit. Tapi setelah bertemu kembali saat
SMA, aku sadar, matanya sama sekali nggak sipit. Dia punya pupil yang coklat,
banget. Aku ingin berterima kasih, atas telinganya yang selalu mendengarkan
curahan, unek-unek, dan waktu diskusi yang telah ia luangkan. Terima kasih,
sekali lagi. :)
Ini Farah,
3.
Gina Riyani
Gina ini bukan orang Bandung, geng. Dia turunan
Riau dan Aceh, yuhuu! Dia lahir tahun 1998 juga. Gina ini badannya ramping, aku
iri! Dia selalu pake lip tint, dan kalau nggak, aku biasanya nanya “Gina
kenapa? Pucet.” Hahaha. Ternyata dia ini punya kesamaan hobi dan passion denganku
loh. Dia suka baca juga. Dia suka sastra. Gina kadang menjadi temanku untuk
berjalan menyusuri Dian Kencana. Dia ini fangirlnya BTS. Dia jarang gabung
kalau di grup, entah kenapa. Lain kali lebih sering join bareng di grup ya! ^^
Ohiya, aku juga ingin berterima kasih,
karna dari dia ini aku belajar banyak. Emang belajar apa aja? Kamu tau sendiri,
Gin. Terima kasih, ya. :)
Ini Gina,
4.
Indira Siti Asyifa
Indira adalah perempuan yang luar biasa,
geng. Kamu denger dia ngomong dua kata aja bakal ngakak seharian. Dia ini
sesepuh sunda. *salim* bahasa sundanya udah ahli banget. Bahkan tanpa mengenyam
pendidikan sastra dan bahasa sunda pun dia menurutku sudah layak disebut
sarjana sastra sunda. Indira ini hidungnya mancung dan lip tint always on, ya. Alisnya,
bikin ngiri! Anak ini ter-yolo 2016. Tapi awas, geng. Kadang anak ini suka aral teu puguh. Hahaha. Tapi, aku juga
ingin berterima kasih kepada kawanku ini yang pernah satu SMP denganku. Terima kasih
sudah menjadi mood booster untukku. Dan kami berdua mempunyai sejarah yang
kelam saat SMP. Lupakan, please. :’)
Ini Indira,
5.
Lia Umayah
Lia adalah kembaran aku. Karna kecuekan
kita ya, Li. Lia ini perempuan berkulit putih (banget). Aku ngiri! (Lah
kerjaannya ngiri). Iya dia ini perempuan berkerudung yang lahir di tahun 1998
juga, yeay! Rambut aslinya keriting banget, loh. Lucu. Dia ini mempunyai pipi
tembem yang kadang kalau lagi malu, pipinya bakal merah banget. Lia adalah
Sehun stan yang paling setia. Lia pecinta Sehun. Tanpa lia, mungkin, aku takkan
pernah menonton drama-drama Korea sialan itu. Drama-drama Korea yang membuat
baper sampai berminggu-minggu. Terima kasih lia. *bowing*. Terima kasih lia,
sekali lagi. Tanpamu aku bukan Tiara seorang fangirling, kamu donatur
drama-drama terbesar di hidupku. :””)
Ini Lia,
6.
Mutiara Mira Nurhaliza
Mutiara, atau yang biasa aku panggil Muti
ini adalah anak SD yang nyasar ke SMA. (Ini pujian loh Mut! Karna kamu kecil
dan awet muda). Muti ini kelahiran 1998 tapi kayak kelahiran 2005, sedangkan
aku kelahiran 1998 tapi kayak kelahiran 1990. :’)
Muti adalah donatur terbesar film dan
dorama Jepang di laptopku. Terima kasih Muti, tanpamu aku takkan mengenal siapa
Takeru Sato, Yamazaki Kento, dan cowok-cowok ganteng lainnya. Muti ini lovable
banget buat dijadiin adik, lucu kebangetan! Muti ini pinter banget bahasa
Jepangnya. Hebat. #MutiIdolaku #ArigatouMutiChan
Maafkan aku Muti, kalau aku selalu meminta
dorama, film dan lagu Jepang. #GanbatteMuti
Ini Muti,
7.
Ovi Muraya
Adalah Ovi anak kecil yang juga nyasar ke
SMA. Dia seharusnya masih SD. Dia kelahiran 2006, geng. :’) dia sebenarnya
kelahiran 1998 dan dia lahir lebih dulu daripada aku tapi mengapa Tuhan dia
lebih awet muda. *cry in japanese*
Ovi ini ikon kebahagiaan dari Barpan. Kalau
kamu sedang mengalami depresi, kamu sekali saja melihat dan mendengar Ovi
tertawa kamu bakal kembali menjadi bahagia. Dia ini pecinta Baekhyun. Ovi telah
sukses menyebarkan virus Chanbaek kepada teman-temannya. #OviIdolaku. Aku ingin
berterima kasih kepada Ovi atas tawanya yang renyah itu yang selalu bisa
membuat orang lain tertawa juga. Ovi, don’t
grow up. Okay? Okay.
Ini Ovi,
8.
Refika Nur Afifah
Yoow Fika ini perempuan berkulit putih
(banget!!). Dia ini manusia atau vampir, aku sempat bingung sendiri. Jadi, dia
ini wanitanya dari wanita. Dia ini kolektor komestik ulung. Aku selalu suka
kamarnya yang begitu girly, beda dengan kamarku yang cenderung acak-acakan dan
hampir mirip dengan gudang. Fika ini donatur Running Man terbesar untuk
laptopku. Terima kasih, sunbae. *bowing* aku takkan melupakan jasamu, Fik. Refika
ini hampir mirip artis Korea, geng. (Ini pujian, loh.)
Dan aku berterima kasih kepada Refika,
karna dia selalu menjadi ikon wanita di Barpan dan sudah seharusnya aku berkaca
pada dia. Hahaha.
Ini Refika,
9.
Rena Tresnawati
Rena, perempuan yang satu-satunya bisa aku
jadikan ibu. Karna sikapnya yang selalu keibu-an. Rena ini tipe orang yang
selalu mengorganisir kegiatannya dengan baik, aku selalu iri dan aku ingin
seperti dia yang selalu bisa mengatur waktu. Dia perempuan berkerudung dan
penari hebat, yeay. Bahkan disaat kamu lihat senyumnya saja, kamu bisa tebak
kalau dia itu penari. Aku selalu belajar dari Rena, dari kecerdasan dia,
keterbukaan dia tapi kadang terlalu terbuka :(
Terima kasih telah menunjukan padaku
bagaimana berjuang mendapatkan sesuatu itu. Bagaimana harus bersabar bila
mungkin suatu saat nanti aku ada di posisimu kemarin. Aku berhutang ilmu padamu
mengenai ini, Ren. Dan jengjeng, ini dia yang terkena virus Chanbaek oleh Ovi. Rena
ini fangirl baru. Selamat datang di dunia (atau sebut saja black hole)
Fangirling Lyfeee!
Ini Rena,
10.
Riska Rismayanti
Sampurasun! Rampes! Ini dia senior sesepuh
sunda. Riska Rismayanti, perempuan berkerudung yang sebangku dua tahun
denganku. Riska ini udah S3 Sastra sunda dan akuntansi loh. Dia pinter banget
di kedua bidang itu. Dia ini anak hijab bandung yang OOTD-nya selalu on point. Aku
berkaca padamu masalah OOTD, Ris! Dan terima kasih sudah mengajarkan segala
bentuk kesulitan dalam mata pelajaran matematika dan akuntansi. Aku berhutang
padamu. Sangat berhutang. Aku yakin kamu bakal menjadi orang sukses, amin. Terima
kasih sekali lagi. Dan kawan, kalau kamu mengalami kesulitan dalam hal
menghitung mari serahkan saja padanya, dia terlalu ahli dalam hal menghitung,
aku iri :”””)
Ini Riska,
11.
Salsabila Alif
Adalah wanita tangguh yang baru-baru ini
mengalami galau. Kalian bisa tanya mengenai gunung-gunung pada wanita ini,
geng. Aku selalu iri padanya, karna dia ini kelebihan piknik sedangkan aku
kekurangan piknik. Hiks. Dia ini selalu percaya diri, aku suka sisi dirinya
yang ini. Aku harus belajar padanya. Aku berterima kasih, atas segala hal. Aku tak
bisa menyebutkannya, terlalu banyak bagiku. Aku berterima kasih kepada hal-hal
kecil yang bisa membuatku terus belajar. Dan aku akan lebih berterima kasih
bila aku diajak piknik. *maksa* hahaha!
Ini Abil,
Jadi kami ini menyebut diri kamu sebagai
BarPan (Barudak Panda). Ini hanya simbolisasi saja sebenarnya. Mengapa aku
menulis ini? Aku hanya ingin mengapresiasi persahabatan kita yang sudah
berjalan selama dua setengah tahun ini. Aku ingin mengapresiasi semua kebaikan
kalian, keburukan kalian. Mengapa aku sebut keburukan? Karna kita semua tau
bahwa tak ada sama sekali manusia yang sempurna. Tak ada. Dan aku yakin aku
pernah melakukan banyak kesalahan terhadap kalian. Personal atau pun terhadap
kalian secara grup. Kalian, mungkin tanpa sadar, aku banyak belajar dari
kalian. Aku menulis ini karna sebentar lagi kita akan meninggalkan dan
berpindah ke tempat yang lebih baik, yaitu kampus. Sebelum masa SMA kita habis,
maka aku hanya ingin mengenang semuanya disini. Pertama kali bertemu kalian,
pertama kali bertengkar dengan kalian, pertama kali travelling bareng kalian,
semuanya sedang bejalan diotakku sekarang. Seperti gerakan lambat dalam sebuah
film yang diselingi lagu manis tentang persahabatan. Aku yakin, di masa
mendatang kita akan menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang menjadikan
manusia sebagaimana manusia, manusia yang saling menghargai manusia lainnya. Aku
yakin kita takkan pernah berhenti berhubungan nantinya, aku yakin dan aku
berharap. Aku menulis ini karna kita akan segera menghadapi ujian nasional dan
ujian masuk universitas dan aku hanya ingin membakar korek semangat kalian agar
lebih menyala dan berapi-api dalam menggapai mimpi masing-masing. Kita bisa,
BarPan bisa. Kita adalah pemimpi yang disatukan dalam wadah grup ini. Kita ini
pemimpi liar yang sedang menggapai mimpi tersebut. Kita bisa, okay? Okay.
Tertanda,
Tiara Aulia Putri
foto-foto:




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar