Sabtu, 01 Februari 2014

Aku Lupa

Aku lupa rasanya mengadu padamu, mengaduka  segala cerita yang terukir pada tiap barisan hariku.

Aku lupa rasanya hangat pelukmu, yang kau beri saatku jatuh maupun rapuh. 

Aku lupa rasanya erat genggamanmu, saat kau tak mau aku pulang kembali ke rumah karena terlalu rindu.

Aku lupa rasanya tertidur di pelukmu dengan sedikit elusan pada rambutku yang mengantukkanku. 

Aku lupa rasanya kata-katamu diujung telepon yang selalu menemani senjaku.

Aku lupa rasanya saat kau bilang suaraku lembut dan membuatmu ngantuk. 

Aku lupa rasanya saat kau bilang aku ini cantik dan senyumku manis, tanpa sadarku, pipiku memerah merona.

Aku lupa rasanya saat kau mengirimkan pesan singkat "Sayang, aku sudah sampai di stasiun, cepat jemput ya."

Aku lupa rasanya pelukan terakhir kita dan kau berbisik padaku "Baik-baik disini ya, aku sayang kamu, aku janji  bakal balik lebih cepat lagi."

Aku lupa dimana aku dan kamu diwaktu, tempat, dan langit yang sama. Lalu kamu melihatku dengan sorotan penuh kasih sayang, jujur saya aku tak mau ingat bukan lupa. 

Aku lupa bagaimana rasanya diperjuangkan seperti dulu. Sampai mati-matian ku bilang. Aku jujur saja masih merindu, bahkan dengan sangat dengan sekali. Tapi apalah daya ini, kau sudah lelah dan menyerah. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar