Selepas luka mengurai tangis, aku termenung ditengah kubang hitam gelap. Aku berjalan diatas rindu beratas namakan dirimu. Biarkan tangis ini terbenam ditengah sepi. Lalu, aku tidak keberatan dengan hening, sekiranya aku dapat menikmati pedih ini dengan cara sederhana. Ku cari segala muara bahagia, aku tak menemukan.
Pergilah sayang, kan ku jaga cinta ini sendiri. Tanpa kasihmu, aku tetap tejaga dalam luka. Aku adalah rumahmu, jikalau kau sudah puas dan lelah berlabuh dengannya, kunjungilah aku; rumah hatimu.
Dengan sejuta nyaman yang tertera, terang rindu menghiasi. Tak lupa bingkai-bingkai kenangan aku jaga dalam kamar ingatan. Tapi, rumah ini sedikit kusam, karena jendela nya penuh luka kelam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar